- Nasional

Varian Rasa Sate Padang Andesra Menggugah Selera

Siapa yang tak menyukai sate? Kuliner ini masuk dalam jajaran teratas makanan terenak di Indonesia ini yang popularitasnya terdengar hingga mancanegara. Di antara banyaknya sajian sate, sate Padang terbilang unik karena kuahnya yang khas dan bercita rasa kuat.

Salah satu resto kuliner sate Padang yang sudah terjamin kualitas rasanya adalah sate Padang Andesra. Usaha kuliner sate Padang Andesra ini rupanya sudah terkenal seantero kota Medan, Sumatera Utara.

“Jadi orang tua saya merintis usaha sate Padang ini sejak tahun 1988. Dimana Ayah saya bernama Islahuddin Lubis dan
Mama saya bernama Dini Hayati.
Saat itu usaha sate Padang orang tua saya belum memiliki nama dan mulai memberikan merk dagang “Sate Padang Andesra” pada tahun 1998,” ujar Sadri Armanda Lubis, S.S, selaku anak pertama sekaligus generasi kedua dari pemilik sate Padang Andesra.

Usut punya usut, ternyata saat ini resto sate Padang Andesra telah memiliki 9 cabang yg tersebar di wilayah kota Medan dan Deli Serdang. Berikut ini adalah cabang-cabangnya:

1. Jalan Asia Raya Dalam Blok D, di belakang Bank Bca Baru
2. Jalan Asia Raya, di Yummy Foodcourt
3. Jalan S.Parman No 52A Sebelah Kwetiaw Ateng
4. Jalan Amuntai Pasar Sambas (Depan Salon Juwita)
5. Komplek Citraland Bagyacity, jl. R3, di sebelah V-coffe
6. Komplek MMTC Pancing Depan Swalayan Maju Bersama
7. Bunda Beta Foodcourt, Komplek Cemara Asri – Boulevard Raya
8. Lovely Cafe, komp. Cemara asri. Jl. Boulevard Raya
9. FourtySix Cafe, Jl. Palang Merah

Sadri menjamin bahwa citarasa sate Padang buatannya lain daripada yang lain, karena bumbu atau kuah pada sate Padang Andesra memiliki ciri khas tersendiri, mulai dari rasa rempah-rempah yang terkandung di dalam bumbu dan rasa pedasnya.

“Setiap pada daging sate yang kami jual juga kami berikan bumbu tersendiri, sehingga bumbu itu meresap pada daging satenya. Saya rasa itulah yang membuat letak perbedaan rasanya dengan sate Padang yang lain,” terang Sadri.

Soal menu, sate Padang Andesra memiliki beragam rasa yang ditawarkan, di antaranya:

1. Sate Khas Daging Sapi
2. Sate khas Saging Kambing
3. Sate Ayam
4. Sate Cumi
5. Sate Kerang
6. Sate Usus sapi/kambing
7. Sate Babat sapi/kambing
8. Sate Hati sapi/kambing
9. Sate Jantung sapi/kambing
10. Sate Lidah kambing/sapi

“Soal harga, tak perlu khawatir, karena harga per porsi yang kami jual sangat murah, mulai dari 30 ribu rupiah untuk 5 tusuk sate plus 1 buah lontong, dan 50 ribu rupiah untuk 8 tusuk sate plus 2 buah lontong,” lanjut Sadri.

Sadri mengaku, selama ini pihaknya sudah beberapa kali bekerja sama dan membuka franchise dengan beberapa pihak. Di samping itu juga pernah bekerjasama untuk membuka cabang di mall-mall yang ada di kota Medan.

“Dan untuk yang di luar kota, saat ini kami masih dalam proses untuk membuka cabang di Jakarta. Mungkin dalam waktu dekat ini sudah dapat berjalan. Karena sudah banyak yang melakukan beberapa penawaran untuk bekerja sama membuka di Jakarta,” ungkap Sadri.

Hingga saat ini, sate Padang Andesra juga sudah bekerjasama dengan platform penjualan yang banyak dikenal di Indonesia, mulai dari Grabfood, Gofood dan Shopeefood. Customer dapat mencari di berbagai platform tersebut dan mendapatkan banyak promo yang menarik di dalamnya.

“Kami juga sudah pernah beberapa kali mendapatkan pesanan untuk dibawa ke luar kota, seperti ke Jakarta dan pernah juga dibawa ke luar negri seperti Malaysia, Singapur dan Kamboja. Nah nanti kami siapkan packingannya agar kuah dan dagingnya tetap safety, higienis dan layak dikonsumsi sampai di tempat tujuan. Hanya tempat tujuan pengirimannya maksimal 1 hari perjalanan saja. Karena bumbu yang kami sajikan hanya dapat bertahan selama 1 hari,” kata Sadri.

Ke depan, Sadri berharap agar sate Padang Andesra dapat lebih berkembang lagi dari segi penjualannya, serta dapat membuka banyak cabang baru, bukan hanya di kota Medan dan Deli Serdang, tapi juga di berbagai wilayah Indonesia agar dapat dinikmati siapapun dan di manapun.

“Dan saya juga ingin agar sate Padang Andesra dapat menjadi salah satu ikon kuliner di kota Medan. Sehingga menjadi oleh-oleh khusus atau buah tangan dari customer luar kota yang berkunjung ke Medan,” pungkas Sadri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *