Indonesia Review – Kepala Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin) Elly Wasliah mengatakan, kondisi 23 pusat perbelanjaan atau mal di Kota Bandung masih sepi pengunjung. Rata-rata kunjungan hanya berkisar 10-15 persen.
Padahal, operasional mal di Kota Bandung telah diberlakukan sejak 11 Agustus lalu.
“Mal itu dibuka tapi masih landai pengunjungnya, dikasi kapasitas 50 persen paling 10-15 persen pengunjungnya, kalau di week end (akhir pekan, red) 20 persen,” ujar Elly, Sabtu (28/8/2021).
Elly mengungkapkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan mal-mal di Kota Bandung masih sepi pengunjung. Salah satunya adalah, banyaknya calon pengunjung yang belum divaksinasi.
“Betul, betul (syarat sertifikatvaksin jadi sepi pengunjung),” katanya.
Selain itu, dilarangnya anak usia di bawah 12 tahun juga berdampak pada keengganan pengunjung masuk ke mal. Mereka beralasan, kunjungan ke mal bertujuan untuk liburan keluarga.
Jadi, saat anaknya tidak diperbolehkan masuk, mereka lebih memilih untuk mengurungkan niatnya berkunjung ke mal.
Elly menambahkan, Kota Bandung telah berada pada level 3, di mana area bermain anak masih ditutup, tempat hiburan masih ditutup, 12 tahun ke bawah tidak boleh masuk ke mal. Salah satu penyebabnya anak-anaknya tidak boleh masuk, sedangkan orang tua yang main ke mal membawa anaknya.
“Itu adalah alasan kenapa mall sepi, karema rata-rata pengen refresing bawa anak ke mal,” tukasnya.





